Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari – Pernahkan Anda mendengar informasi bahwa ternyata perceraian banyak terjadi di bulan Januari? Hari Senin pertama pada bulan Januari disebut sebagai Hari Perceraian Internasional. Menurut asosiasi pengacara perceraian, angka pengajuan perceraian meningkat setelah momen liburan berakhir. Cherlyn Chong, seorang konsultan pernikahan, mengatakan bahwa pada hari Senin pertama bulan Januari permintaan perceraian lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya.

Baca Juga: Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Dia mengatakan, bisa jadi momen tersebut merupakan usainya waktu bertoleransi selama musim liburan yang intens. “Pasangan suami istri yang memutuskan berlibur bersama demi anak-anak akhirnya mengajukan cerai. Bisa jadi karena ingin memulai awalan baru  lebih cepat,” sebut Chong.

Selain itu, Google juga pernah merilis riset yang mengungkapkan, kata kunci ‘cerai’ dan ‘perceraian’ lebih tinggi pada Senin pertama bulan Januari. Mungkin tampak aneh bahwa begitu banyak orang berpikir untuk membatalkan pernikahan mereka pada saat yang sama.

Namun, menurut Chong, ada beberapa alasan yang jelas mengapa itu masuk akal.

Baca Juga: Pasangan yang Hidup Bersama Sebelum Nikah Lebih Jarang Berhubungan Seks

Masih bersama saat liburan bisa jadi mereka melakukannya supaya anak-anak memiliki satu musim liburan terakhir bersama. Pasangan akan merasa bersalah yang lebih besari jika mengakhiri hubungan selama perayaan akhir tahun, baik itu Natal atau Tahun Baru.

Mereka mungkin masih peduli pada pasangan mereka, jadi ingin memberi mereka satu Natal dan Tahun Baru terakhir bersama sebelum akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Chong menegaskan, jumlah perceraian di awal tahun lonjakannya sangat signifikan

Di sisi lain, masa liburan bisa jadi merupakan perpanjangan waktu yang dihabiskan bersama keluarga, yang bisa sangat menegangkan. Kondisi yang demikian memiliki kecenderungan untuk semakin memperlihatkan banyak kekurangan dalam pernikahan, kata Chong.

Baca Juga: Bumi Pernah Dilanda Badai Matahari 2.600 Tahun Silam

“Umumnya niatan bercerai sudah dibicarakan  jauh sebelum liburan. Lalu, kala liburan kerusakan pada pernikahan semakin terlihat jelas oleh masing-masing pasangan,” katanya. Liburan memang bisa memperlihatkan karakter asli seseorang justru membuat banyak pasangan suami istri yang sudah tidak akur semakin muak menghabiskan waktu bersama.

“Mereka tidak ingin menghabiskan musim liburan lagi dalam pernikahan yang tidak bahagia lagi,” katanya. Ada juga kemungkinan blues Januari memicu keputusan cerai, menurut Chong. Pasangan entah suami atau istri mungkin mempertanyakan kembali makna  seluruh hidup mereka karena mereka telah dipicu oleh suasana biru di bulan Januari.

Baca Juga: Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya

Perceraian terjadi karena hal-hal prinsip yang tidak bisa ditoleransi. Jadi, sindrom Januari blues hanyalah pendorong untuk benar-benar merealisasikan perpisahan.

Secara keseluruhan, kata Chong, mungkin ada lebih banyak pro daripada kontra dalam menunggu sampai hari perceraian untuk menyampaikan berita perpecahan kepada pasangan Anda. Membicarakan perceraian pada hari Natal bisa mengakibatkan trauma pada anak sampai pada tahun berikutnya. Anak-anak bisa jadi mengingat Natal sebagai waktu ayah dan ibu bercerai

Baca Juga: Apakah Generasi Boomer Masih Relevan?

“Jadi, hindarilah hal yang demikian, ” dia berkata. Sebaiknya, jangan nodai kenangan favorit anak-anak saat liburan dengan memori perceraian orang tua. Dia mengatakan sangat hancur untuk diberitahu tentang perceraian ketika ada begitu banyak kegembiraan di sekitar.

Memiliki perasaan pupus tidak berarti harus berujung pada perceraian. Chong menyarankan Anda untuk mempertimbangkan kembali pernikahan Anda dan bertanya pada diri sendiri apakah masih ada cinta di sana. Namun, bahkan apabila Anda sudah melewati titik resolusi, itu tidak harus menjadi hal terburuk di dunia.

Baca Juga: Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan

“Perceraian tidak harus menjadi buruk hanya karena Anda mengakhiri sebuah hubungan yang direncanakan jangka panjang,” ungkapnya. Dia menganjurkan untuk melihat perceraian sebagai kesempatan untuk memberi diri sendiri kesempatan merasakan bahagia.

“Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena memilih cerai,” sebutnya. Dia mengatakan adalah mungkin bagi pasangan untuk berdamai setelah seseorang memutuskan ingin bercerai. Hal tersebut akan terjadi selama pasangan suami istri memang bersedia untuk memperbaiki masalah dan melupakan masa lalu.