Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak – Ingin mesra dengan pasangan setelah kehadiran anak? Pasti Andan membutuhkan beberapa tip kan? Menurut sebuah studi 2011, dua pertiga orang tua kurang puas dengan pernikahan mereka setelah memiliki bayi. Kesimpulan itu dikutip secara luas oleh terapis pasangan terkenal, John dan Julie Gottman. Faktanya, pasangan suami istri menjadi renggang setelah kehadiran anak marak terjadi.

Baca Juga: Pasangan yang Hidup Bersama Sebelum Nikah Lebih Jarang Berhubungan Seks

John Gottman mengatakan kepada American Psychological Association pemikiran tersebut membuat banyak pasangan memandangnya sebagai kondisi yang umum dan normal. Jarak yang terjadi dan rasa tidak puas pada pasangan berawal karena perubahan situasi dengan kehadiran anak pada identitas Anda, kehidupan seks Anda, pembagian kerja, dan tekanan yang menyertai semua perubahan tersebut.

Matthew D. Johnson, Ketua dan Profesor Psikologi dan Direktur Perkawinan dan Laboratorium Studi Keluarga di Binghamton University, menulis dalam The Conversation, hal terburuk adalah penurunan kepuasan pernikahan ini kemungkinan mengarah pada perubahan dalam kebahagiaan umum, karena prediktor terbesar kepuasan hidup secara keseluruhan adalah kepuasan seseorang dengan pasangannya.

Baca Juga: Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Sebagian besar penelitian tentang kepuasan pernikahan menunjukkan bahwa pasangan kurang bahagia setelah mereka menjadi orang tua, meskipun tingkat dan lamanya ketidakbahagiaan cenderung variatif.

Pikiran yang sangat tidak menyenangkan tentang pasangan Anda mungkin akan melintas di benak Anda beberapa kaliselama tahun pertama anak Anda, sebagian besar karena kelelahan yang luar biasa yang dialami bayi pada orang tua mereka.

Jadi, bagaimana Anda memperbaikinya?

Ada sejumlah kiat yang bisa dicoba orang tua baru agar hubungan mereka kembali ke jalurnya. Kiat ini  bukan sekadar tentang kencan makan malam berdua saja. Di bawah ini adalah beberapa saran yang dicoba dan benar untuk memperbaiki hubungan Anda setelah keributan bayi.

Baca Juga: Bumi Pernah Dilanda Badai Matahari 2.600 Tahun Silam

1. Usahakan mendapatkan tidur lebih banyak

Anda maupun pasangan Anda tidak dalam kondisi terbaik saat Anda kurang tidur secara kronis. Rasa lelah membuat diri lebih sensitif, terutama pada perempuan.

Sumber kelelahan pasangan saat baru memiliki anak adalah kelelahan karena kurang tidur. Sebab, kala bayi Anda bangun sepanjang malam, itu berarti Anda dan pasangan juga kehilangan waktu yang sangat dibutuhkan.

Perlu lebih meyakinkan? Sebuah jajak pendapat UK dari orang tua baru menemukan bahwa tiga dari 10 responden mengatakan kurang tidur adalah faktor mengapa mereka akhirnya berpisah dan bercerai.

2. Komunikasi

Komunikasi dua arah zaman sekarang memandang bertukar pesan melalui aplikasi sudah cukup, padahal bahasa teks bisa mengakibatkan kesalahpahaman.

Stres harian dalam membesarkan bayi dan juga harus pergi bekerja atau mencoba melakukan keduanya dapat membuat orang tua merasa emosional dan kewalahan. Gottman Institute merekomendasikan untuk melakukan percakapan harian yang mengurangi stres dengan pasangan Anda.

Baca Juga: Apakah Generasi Boomer Masih Relevan?

“Pasangan yang dapat mendiskusikan frustrasi di hari mereka, sebagai terpisah dari hubungan, memiliki kesempatan untuk curhat, mendapatkan dukungan, dan menunjukkan empati satu sama lain,” catat Institute.

“Merasa didengar dan dipahami membantu meredakan ketegangan yang tidak diinginkan yang bisa menyaring hubungan. Mendapatkan kenyamanan dan dorongan di akhir hari membuat Anda merasa seperti Anda berdua ‘bersama-sama.’

3. Diskusikan pembagian tugas

Salah satu keluhan paling umum yang dimiliki pasangan setelah melahirkan adalah bahwa satu pihak melakukan lebih dari yang lain, menurut pakar pengasuhan Alyson Schafer.

Baca Juga: Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya

Peneliti tidak memungkiri bahwa kepuasan dalam hubungan  menurun dari waktu ke waktu setelah pasangan memiliki anak, ini menunjukkan bahwa ibu baru mungkin paling rentan terhadap kondisi tersebut.

Para sosiolog memiliki teori bahwa dalam hubungan heteroseksual, para ibu lebih tidak bahagia dengan pernikahan mereka setelah mereka memiliki anak karena mereka cenderung lebih merasa lelah karena tanggung jawab ibu baru, merawat bayi, dan pekerjaan rumah tangga.

Baca Juga: Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan

Rasa lelah dan kurang tidur menjadikan hubungan berjalan hambar sehingga memengaruhi urusan ranjang. Survei telah menunjukkan bahwa apakah mereka bekerja atau tidak, para ibu melakukan lebih banyak pengasuhan anak daripada ayah.

Itulah kiat makin mesra dengan pasangan setelah kehadiran anak yang perlu Anda ketahui. Nah, setelah itu Anda juga dapat bermain judi online dengan mudah di waktu luang Anda.