Keunggulan Punya Anak Perempuan

Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan

Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan – Tidak dapat dipukiri bahwa terdapat beberapa keunggulan punya Anak perempuan dalam keluarga. Sebuah studi teranyar merangkum hasil penelitian bahwa anak perempuan berusia remaja lebih ringan dalam membantu tugas domestik dibandingkan remaja laki-laki. Data penelitian diperoleh Pusat penelitian Pewa dari Biro Statistik Tenaga Kerja yang menampilkan dokumentasi aktivitas remaja usia 15 sampai 17 tahun.

Baca Juga: Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Lebih kurang dokumentasi 2.190 responden remaja dari tahun 2014 sampai 2017. Seluruh responden diminta untuk mencatat waktu yang mereka habiskan melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk mengerjakan tugas sekolah, makan, tidur, rekreasi, dan tugas dosmetik (pekerjaan rumah tangga).

Proses penelitian ini berlangsung selama lebih dari enam bulan dan dipantau oleh tim ilmuwan secara bertahap. Ternyata, para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan menghabiskan sekitar 38 menit melakukan tugas membersihkan dan merapikan rumah setiap hari.

Baca Juga: Pasangan yang Hidup Bersama Sebelum Nikah Lebih Jarang Berhubungan Seks

Angka tersebut lebih tinggi daripada anak laki-laki yang hanya menghabiskan sekitar 24 menit melakukan pekerjaan rumah tangga. “Tak bisa dimungkiri bahwa perempuan dipandang secara umum lebih pintar melakukan pekerjaan rumah lebih baik dan lebih banyak daripada laki-laki,” terang seorang peneliti Pew Research Center bernama Gretchen Livingston.

Dia menambahkan bahwa dirinya sempat terkejut mengenai adanya kesenjangan jender yang sudah tercipta semenjak usia anak-anak, tepatnya sekitar usia 15 sampai 17 tahun. Anak remaja perempuan, kata Livingstone, juga lebih rajin dalam belajar dan mengejar pencapaian akademis dibandingkan anak laki-laki.

Berdasarkan hasil penelitian, remaja perempuan bisa menghabiskan satu jam dan 11 menit tiap hari menyelesaikan tugas sekolah. Namun, remaja laki-laki cuma dapat bertahan melakukan tugas serupa selama 50 menit saja setiap hari.

Baca Juga: Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Studi lain pada bulan September 2018 yang digelar oleh Griffith University menemukan, ketangkasan anak perempuan secara akademis, seperti membaca telah melampaui teman-teman laki-laki sebaya mereka selama 27 tahun terakhir.

“Ada persepsi umum mengenai kemampuan anak laki-laki dan perempuan saat belajar di sekolah dasar. Mereka memulainya dengan kemampuan kognitif yang sama. Namun, penelitian kami menunjukkan hasil yang berbeda,” ungkap David Reilly dari Griffith University yang bertugas sebagai seorang Ketua Penelitian.

Reily juga menyatakan pada makalah penelitian bahwa anak perempuan secara umum menunjukkan kemampuan membaca dan menulis lebih baik dibandingkan anak lelaki semenjak duduk di kelas empat.

Baca Juga: Bumi Pernah Dilanda Badai Matahari 2.600 Tahun Silam

Hasil penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science  tersebut sempat meramaikan media sosial. Pasalnya, peneliti membeberkan adanya bias jender. Penelitian lain yang didasarkan pada pengamatan partisipan anak-anak di sejumlah riset justru menayangkan hasil yang seolah menafsirkan bahwa anak perempuan cenderung kurang percaya diri terhadap tingkat kecerdasan mereka.

Baca Juga: Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya

Tim peneliti pada riset tersebut menyimpulkan bahwa anak perempuan sudah menyadari akan kekuatan dan potensi mereka semenjak berusia enam tahun. Kemampuan tersebut dianggap luar biasa oleh peneliti.

Anak perempuan, kata peneliti, juga mawas terhadap budi pekerti dan berkelakuan baik jauh lebih penting dibandingkan hasil pencapaian akademis. Peneliti pun menyimpulkan bahwa anak perempuan ternyata mempunyai kemampuan kecerdasan dan berkelakuan sopan yang lebih tinggi daripada anak laki-laki.

Baca Juga: Apakah Generasi Boomer Masih Relevan?

Kesimpulan dari penelitian ini cukup menghebohkan publik karena dianggap menegaskan adanya bias jender. Padahal, tidak demikian. Tim peneliti justru ingin mendorong rasa percaya diri kaum hawa dalam mengembangkan diri terhadap pilihan karier dan akademis masing-masing.

Sebab, terbukti berdasarkan sains bahwa wanita memiliki potensi dan kemampuan yang setara bahkan lebih dari kaum pria. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan sistem jenjang karier sebaiknya tidak membeda-bedakan perempuan serta laki-laki.