Pengeluaran foya-foya

Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya

Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya – Banyak orang yang menghabiskan biaya fantastis untuk pengeluaran foya-foya. Berdasarkan hasil studi terbaru, banyak karyawan berusia muda  menghabiskan lebih dari Rp30 jtua per tahun sebagai pengeluaran tambahan yang tidak perlu, seperti traktir teman, membeli kopi mahal, dan makan di restoran mewah.

Baca Juga: Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Statisk menjukkan bahwa ersosialisasi dan bertemu teman usai waktu kerja  merupakan biaya terbesar bagi rata-rata karyawan kantor. Pengeluaran rata-rata kebanyakan karyawan di level tengah ke bawah untuk makan siang dan biaya transportasi mencapai Rp150 ribu.

Namun, data sensus yang ditemukan Nationwide menunjukkan bahwa pengeluaran hura-hura karyawan kantor lebih besar dari angkat tersebut di atas.

Sekitar Rp30 juta per tahun dihabiskan karyawan untuk bersenang-senang pada malam hari lepas waktu kerja. Mereka bertemu dengan teman di tempat yang menawarkan makanan dan minuman dengan harga terlalu tinggi. Kemudian, karyawan tanpa sadar telah menggelontorkan lebih dari Rp5 juta pertahun untuk pakaian dan tas kerja..

Baca Juga: Pasangan yang Hidup Bersama Sebelum Nikah Lebih Jarang Berhubungan Seks

Lalu, Rp6 jutaan lainnya dihabiskan untuk kopi, teh, dan kudapan saat hangout. Sementara hampir Rp8 juta dihabiskan membayar kartu kredit dan hadiah untuk teman-teman atau sahabat. Menurut Times melalui jajak pendapat lebih dari 2.000 pekerja kantor, banyak yang menghabiskan penghasilan mereka untuk menikah, liburan, dan berpartisipasi lari marathon.

Rata-rata pekerja kantoran menghabiskan lebih dari Rp18 juta untuk mentraktir teman, baik makanan, minuman, hadiah, dan perjalanan. Satu dari lima orang responden mengatakan mereka tidak senang dengan tekanan sosial yang diberikan pada mereka, misalnya mendadak ditantang traktir atau membayarkan gaya hidup orang lain.

Sementara satu dari enam responden mengatakan bahwa mereka membenci permintaan sumbangan untuk kegiatan amal dan acara sponsor. Seperempat dari mereka yang disurvei mengeluh karena harus mengambil bagian dalam acara tukar kado di kantor.

Baca Juga: Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Lalu, seperlima tidak suka harus pergi untuk makan siang Natal dan minum-minum dengan rekan kerja. Namun, sekitar 80 persen pekerja kantoran mengatakan mereka secara aktif pergi minum-minum dengan rekan-rekan mereka dan 11 persen melakukan setidaknya empat kali seminggu, kata penelitian itu.

Oleh karena itu tidak heran, generasi muda zaman sekarang ditemukan tidak akan mampu membeli rumah, kecuali mendapatkan bantuan dari orang tua atau utang Bank. Penemuan riset dari Apartment List cukup mengejutkan karena lebih dari 12% generasi milenial berencana untuk selalu menyewa tempat tinggal.

Sekitar 10,7%  mengatakan hal yang sama selama lima tahun terakhir.

Baca Juga: Bumi Pernah Dilanda Badai Matahari 2.600 Tahun Silam

Peneliti memiliki kesimpulan tersebut melalui survey terhadap lebih dari 10.000 penyewa tempat tinggal di Amerika Serikat. Sekurang-kurangnya 69 persen mengatakan mereka tidak mampu membeli rumah.

Tidak mampu secara finansial adalah alasan mengapa banyak generasi mudah  menyewa lebih lama dan membeli rumah lebih lama dibanding generasi sebelumnya.

Harga rumah telah naik dengan stabil – pembeli rumah pertama kali membayar 39% lebih banyak dari mereka hampir 40 tahun yang lalu, menurut Student Loan Hero. Hanya 13% dari penyewa milenial yang memiliki kemampuan membayar uang muka 20 persen  uang muka dalam lima tahun ke depan, menurut hasil survey.

Baca Juga: Apakah Generasi Boomer Masih Relevan?

Temuan ini menjelaskan mengapa sebagian besar responden survei mengatakan kendala keuangan terbesar bagi kepemilikan rumah adalah menabung untuk uang muka. Hampir setengah dari penyewa milenium yang ingin membeli tempat tinggal di rumah bahkan tidak mulai menabung untuk uang muka dan hanya 13% yang memiliki lebih dari $ 10.000 yang dihemat.

Hasil penelitian dan survei tersebut di atas memperlihatkan bahwa generasi milenial lebih mengamburkan penghasilan untuk hal-hal yang sifatnya sementara.

Baca Juga: Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan

Itulah penjelasan tentang Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya yang perlu Anda ketahui.