Generasi Boomer Masih Relevan

Apakah Generasi Boomer Masih Relevan?

Apakah Generasi Boomer Masih Relevan? – Di zaman yang sangat canggih sekarang ini banyak pertanyaan apakah generasi boomer masih relevan? Baru-baru ini,  banyak perdebatan mengenai makna kontribusi generasi baby boomer  dalam kehidupan modern. Seseorang pernah memprediksi beberapa dekade lalu akan adanya konflik generasi antara boomer dan milenial yang bersaing dalam memperebutkan posisi sebagai sumber daya manusia.

Baca Juga: Kiat Makin Mesra dengan Pasangan Setelah Kehadiran Anak

Sekarang ini, seringkali milenial menyalahkan boomer mengenai beberapa masalah yang terjadi, kondisi yang demikian semakin memperlihatkan prediksi tersebut di atas sudah menjadi kenyataan. Tak sedikit pihak yang sudah mulai menebak-nebak siapa yang sebenernya salah dan benar, seperti yang kita ketahui sejarah ditulis oleh para pemenang.

Generasi boomer masih meramaikan bumi meski tidak lagi mendominasi, tetapi selama waktu terus berjalan dan matahari masih bersinar, bukan sebuah kekeliruan untuk mengajukan pertanyaan mengenai apakah baby boomer generasi yang memberikan pengaruh baik atau buruk pada generasi sesudahnya?

Lawrence R Samuel, seorang psikolog dan terlahir sebagai boomer menyatakan bahwa dirinya memihak pada boomer. Dia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kenangan-kenangan manis yang memberikan pengaruh pada kemajuan zaman seperti sekarang, baik dari lini musik, teknologi, sains, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Pasangan yang Hidup Bersama Sebelum Nikah Lebih Jarang Berhubungan Seks

Baby boomer, kata dia, pernah mendapatkan reputasi sebagai generasi egois pada tahun 70-an dan kelompok materialistik pada era 80-an. Keduanya memberikan manfaat bagi perkembangan hidup masing-masing individu yang terlahir sebagai boomer. Namun, kritik yang dilemparkan milenial pada boomer sekarang ini semakin marak, terutama dari para anak pada orang tua mereka.

Mayoritas keluhan dan kritik mengarah pada betapa gaya berpikir boomer yang using menyulitkan kehidupan generasi muda. Kondisi itu tidak mudah untuk diubah dalam waktu singkat. “Tumpukan ego yang mandarah daging dan kebiasaan mementingkan diri sendiri dengan mengutamakan budaya diri yang berlebihan menjadi masalah,” tulis Jason Notte pada thestreet.com.

Baca Juga: Perceraian Banyak Terjadi di Bulan Januari

Singkatnya, menurut banyak kritikus boomer di luar sana, generasi ini patut disalahkan karena telah mewariskan masalah-masalah rumit di dunia, terutama pada ranah sosial dan politik. “Generasi boomer menyerap peluang ekonomi dan keuntungannya tanpa memikirkan bagaimana nasib generasi mendatang,” ujar Jim Tankersley, seorang pengamat masalah sosial dari Washington Post.

Dia mengatakan, boomer telah menikmati sumber bumi dengan serakah, tidak memelihara sejarah yang penting untuk pengetahuan, memakai minyak secara berlebihan, dan menyebabkan atmosfer terperangkap dengan gas panas sehingga dunia menderita dengan pemanasan global.

Baca Juga: Bumi Pernah Dilanda Badai Matahari 2.600 Tahun Silam

Masalah kolektif dan kerumitan yang dihadapi oleh milenial sekarang ini merupakan peninggalan sia-sia generasi booomer. Generasi boomer pun tak mau bungkam mendapatkan tuduhan yang demikian, mereka membalas dengan mengatakan, milenial selalu mencari pihak yang disalahkan.

Milenial, menurut pandangan boomer, merupakan generasi yang sibuk mengeluh sehingga lupa memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan masalah.

Pemikiran usang boomer yang masih menguasai kursi-kursi pejabat pemerintahan menyebabkan perekonomian dunia terhambat karena takut mengambil risiko. Sementara generasi muda tidak bisa berbuat banyak karena lebih berpikir pada aksi sehingga sering kali kalah akibat politik serta intrik yang dilayangkan boomer.

Baca Juga: Peneliti Beberkan Keunggulan Punya Anak Perempuan

Sudah jelas sekarang, generasi boomer masih enggan untuk mundur dan menikmati hari tua dengan kedamaian. Kebanyakan dari mereka masih mengusik keputusan-keputusan penting yang memengaruhi dunia.

Samuel dengan kalimat bijaksana menyarankan agar kedua generasi bisa berdamai dan saling bertoleransi dalam menjalani kehidupan. Sebab, jika milenial mau meluangkan waktu untuk berpikir dan menarik kembali waktu ke masa lalu, generasi boomer telah banyak memberikan kontribusi besar untuk keberlangsungan peradaban manusia di masa depan.

Baca Juga: Karyawan Habiskan Rp30 Juta Setahun untuk Pengeluaran Foya-foya